Opung doli ku, kakekku...
Setahun sudah kepergianmu
masih teringat jelas detik detik itu
Kakekku yang selalu tersenyum
Tak banyak bicara, lebih suka tersenyum
Dulu, kuanggap dirimu kaku
Tak bisa jadi teman karibku
Kini, ku tahu salahku
Kuingat dan datang sesal itu
Jadilah pramugari, katamu
Memang tak jadi, tapi tak jauh
Kuhabiskan 4 tahun di kota kembang itu
Teknik penerbangan, tempat berlabuh
Terpatri di ingatan
Senyum banggamu akan prestasiku
Senangmu karena sifatku
Pada diriku, yang aku saja malu
Cucu terbaikmu...
Itu yang kakekku katakan
Kataku bukan, canda kusampaikan
Cucu terbaik, katamu.
Cucu terbaikmu
tak datang si detik detik itu....
mama berkata, opung sudah baikan
niatku pulang pun ku batalkan
esok hari kudengar kabar
la, opung sudah pulang ke rumah Tuhan
saat itu mati rasa, hambar
pikiran kosong tanpa perasaan
setahun berlalu, kakekku pulang
sesalnya tak pernah hilang
tangisku pecah tiap kuingat
hanya doa terus kupanjat
pung, maafkan cucumu
cucumu yang tak sempat bertemu
kutempa diriku
lebih baik setiap waktu
agar saat ku tiba tuk jadi debu
kita kan bertemu
pasti bertemu...
love you pung i
Tuesday, July 17, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comment:
Hu..hu..hu...sedih deh baca cerita lo yg ini. Jadi inget nenek gw, hiks..hiks...
Post a Comment