Wednesday, April 16, 2008

Kisah dibalik pengumpulan dana untuk Chris

mukjizat itu nyata.
tiba di saat yang tak terduga, dengan cara dan magnitude yang tak terkira.

sore ini salah satu teman memberikan sejumlah uang donasi untuk seorang jemaat gereja yang sedang sakit kanker sumsum tulang belakang.
teman ini tidak kenal, tidak pernah liat foto, apalagi berjumpa muka langsung dengan anak yang sakit ini.
tapi entah kenapa, dia tergerak untuk menyumbang.

terlebih mengherankan lagi, teman ini sangat pelit dan perhitungan, biasanya...
kali ini dia tidak biasa.
memang tak ada orang yang bisa biasa-biasa saja saat roh kudus datang menyapa.

tadinya khawatir tentang pengumpulan dana ini, tapi sekarang tidak lagi.
harus dicoba, diusahakan sebaik-baiknya.
berhasil tidaknya hanya Tuhan yang menentukan.
itu bukan urusan kita, tidak ada hak untuk tau soal keberhasilan atau kegagalan.

bingung mau tulis apa di proposal.
tak ingin melebih-lebihkan atau mengurangi apa yang dialami oleh Chris dan keluarganya, tapi tau saja tidak.
tidak mengalami apa yang mereka alami, dan tidak bisa sungguh-sungguh merasakan beban itu.
setiap mereka cerita, aku hanya mengangguk karena sejujurnya aku tidak berani..
tidak ada hak berkomentar, tak ada hak menghibur atau lebih tepatnya tak tau bagaimana cara menghibur.
aku tidak tau magnitude kesedihan itu.
mungkin juga tak akan pernah tau.


On the way to the choir practice,


April 4, 2008

No comments: